EDI (Electronic Data Interchange)
A. Definisi
EDI (Electronic Data Interchange)
EDI (Electronic Data Interchange)
Menurut
kamus TI Pengertian EDI Adalah Metode untuk saling bertukar data bisnis atau
transaksi secara elektronik melalui jaringan komputer. Secara formal EDI
didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai
“transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang
dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan
menggunakan media elektronik”. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi
perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara
langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa
memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang
tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
B. Prinsip Teknologi EDI
Prinsip
dari teknologi EDI sebenarnya adalah menerjemahkan bahasa aplikasi dari sistim
yang sama-sekali berbeda menjadi bahasa yang terstandarisasi, sebagai contoh
dalam hal ini UN/EDIFACT yang merupakan singkatan dari United Nation Electronic
Data Interchange for Administration, Commerce and Transport, disini bisa
dilihat bahwa bahasa tersebut distandardisasi oleh PBB.
Teknologi
EDI ini adalah teknologi ‘less investment’ dimana pelaku bisnis tidak perlu
lagi membeli peralatan baru sebagai infrastruktur untuk pertukaran dokumennya,
dengan kata lain tetap menggunakan peralatan yang telah tersedia.
C. Tujuan utama
Tujuan
utama dari pemakaian teknologi EDI, sebenarnya adalah agar teknologi ini dapat
membantu para pelaku bisnis mengkomunikasikan dokumennya dengan pihak lain
lebih cepat, akurat dan lebih efisien karena sifatnya yang dapat mengeliminir
kesalahan yang diakibatkan proses re-entry dan dapat mengurangi pemakaian
kertas, komunikasi dan biaya-biaya lain yang timbul pada metode konvensional
sehingga diharapkan dapat menekan biaya-biaya yang tidak diperlukan dan
diharapkan dapat meningkatkan laba kepada pemakainya. Apabila proses tersebut
terpenuhi, otomatis proses bisnis internal perusahaan tersebut akan menjadi
lebih baik, terencana dan pada akhirnya hubungan bisnis dengan pihak lain-pun
akan dapat lebih baik juga
Keuntungan
dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya,
mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang
cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
D. Componen dasar EDI
• Hub (pihak yang memberikan perintah)
• Spoke (pihak yang menerima perintah)
• Computer (sebagai electronic hardware)
• Electronic software
• Hub (pihak yang memberikan perintah)
• Spoke (pihak yang menerima perintah)
• Computer (sebagai electronic hardware)
• Electronic software
E. Software OS-EDI yang digunakan berupa
• Bayan Commerce
• IDX-IDEA
• NextGen-EDI
• RAXINC
• Dll
• Bayan Commerce
• IDX-IDEA
• NextGen-EDI
• RAXINC
• Dll
F. Standard EDI yang belaku saat ini adalah:
• SPEC 2000
• ANSI X12 Standard AS dan Canada
• EDIFACT (Standard Eropa)
• IEF
• Dll
• SPEC 2000
• ANSI X12 Standard AS dan Canada
• EDIFACT (Standard Eropa)
• IEF
• Dll
G. Kelebihan/keutamaan EDI
• Revenue Stream yang baru
• Meningkatkan market (exposure)
• Menurunkan biaya operational (operational cost)
• Memperpendek waktu,automatic
• Mengurangi informasi data yang mengembang
• Meningkatkan supplier management
• Melebarkan jangkawan (global reach)
• Meningkatkan customer loyality (customer service)
• Meningkatkan value chain
• Revenue Stream yang baru
• Meningkatkan market (exposure)
• Menurunkan biaya operational (operational cost)
• Memperpendek waktu,automatic
• Mengurangi informasi data yang mengembang
• Meningkatkan supplier management
• Melebarkan jangkawan (global reach)
• Meningkatkan customer loyality (customer service)
• Meningkatkan value chain
H. Syarat dapat dilakukannya proses EDI
• Electronic transaction (merujuk ke format standard internasional)
• Scope of agreement (electrical supply service in the cooperative)
• Third-party service provider
• Electonic transaction menyampaikan ke provider)
• Privider melanjutkan ke penerima (spoke) dengan merenspon harga dan jumlah barang
• System operation (merawat dan menjaga system operasional EDI
• Security Procedures (selalu mengikuti prosedur pelaksanaan untuk menghindari masalah
• Tanda tangan (signature), berupa pengkodean, menunjukkan identitas
• Bebas dari computer viruses
• Data recovery and retention
• Testing
BIO INFORMATIKA
a. Pengertian
Bioinformatika
Bioinformatika (bioinformatics) adalah ilmu yang
mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis
informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika,
statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama
dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan
dengannya. Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari
alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data
biologi.
b.
Manfaat
Bioinformatika
Bioinformatika berperan sebagai penunjang suatu
proses penelitian sampai akhirnya menjadi produk yang dapat digunakan khalayak
ramai untuk kepentingan tertentu. Bioinformatika menyediakan tools yang
dapat dipakai untuk memahami fenomena biologis secara molekuler. Keberhasilan
memetakan genom manusia mendorong berbagai penelitian biomedis untuk
mempelajari dan memahami penyakit sampai tingkat gen dan molekuler sehingga
memungkinkan ditemukannya pengobatan klinis yang lebih baik, target obat baru,
dan pencegahan berbagai penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya.
c.
Bidang-bidang
terkait Bioinformatika
Biophysics
Biologi molekul sendiri merupakan pengembangan yang
lahir dari biophysics. Biophysics adalah sebuah bidang yang mengaplikasikan
teknik- teknik dari ilmu Fisika untuk memahami struktur dan fungsi biologi
(British Biophysical Society ). Disiplin ilmu ini terkait dengan Bioinformatika
karena penggunaan teknik-teknik dari ilmu Fisika untuk memahami struktur.
Computational Biology
Fokus dari computational biology adalah gerak
evolusi, populasi, dan biologi teoritis daripada biomedis dalam molekul dan
sel. Pada penerapan computational biology, model-model statistika untuk
fenomena biologi lebih disukai dipakai dibandingkan dengan model sebenarnya.
Dalam beberapa hal cara tersebut cukup baik mengingat pada kasus tertentu
eksperimen langsung pada fenomena biologi cukup sulit. Tidak semua dari
computational biology merupakan Bioinformatika, seperti contohnya Model
Matematika bukan merupakan Bioinformatika, bahkan meskipun dikaitkan dengan
masalah biologi.
Medical Informatics
Medical informatics lebih memperhatikan struktur dan
algoritma untuk pengolahan data medis, dibandingkan dengan data itu sendiri dan
kemungkinan besar berkaitan dengan data-data yang didapatkan pada level biologi
yang lebih “rumit” –yaitu informasi dari sistem-sistem superselular, tepat pada
level populasi— di mana sebagian besar dari Bioinformatika lebih memperhatikan
informasi dari sistem dan struktur biomolekul dan selular
Cheminformatics
Cheminformatics adalah kombinasi dari sintesis
kimia, penyaringan biologis, dan pendekatan data-mining yang digunakan untuk
penemuan dan pengembangan obat (Cambridge Healthech Institute’s Sixth Annual
Cheminformatics conference). Pengertian disiplin ilmu yang disebutkan di atas
lebih merupakan identifikasi dari salah satu aktivitas yang paling populer
dibandingkan dengan berbagai bidang studi yang mungkin ada di bawah bidang ini.
Salah satu contoh penemuan obat yang paling sukses sepanjang sejarah adalah
penisilin.
Genomics
Genomics adalah bidang ilmu yang ada sebelum
selesainya sekuen genom, kecuali dalam bentuk yang paling kasar. Genomics
adalah setiap usaha untuk menganalisa atau membandingkan seluruh komplemen
genetik dari satu spesies atau lebih. Secara logis tentu saja mungkin untuk
membandingkan genom-genom dengan membandingkan kurang lebih suatu himpunan
bagian dari gen di dalam genom.
Proteomics
Proteomics adalah Ilmu yang mempelajari proteome.
Proteomics saat ini tidak hanya memperhatikan semua protein di dalam sel yang
diberikan, tetapi juga himpunan dari semua bentuk isoform dan modifikasi dari
semua protein, interaksi diantaranya, deskripsi struktural dari protein-protein
dan kompleks-kompleks orde tingkat tinggi dari protein
Pharmacogenomics
Pharmacogenomics adalah aplikasi dari pendekatan
genomik dan teknologi pada identifikasi dari target-target obat. Contohnya
meliputi menjaring semua genom untuk penerima yang potensial dengan menggunakan
cara Bioinformatika, atau dengan menyelidiki bentuk pola dari ekspresi gen di
dalam baik patogen maupun induk selama terjadinya infeksi, atau maupun dengan
memeriksa karakteristik pola-pola ekspresi yang ditemukan dalam tumor atau
contoh dari pasien untuk kepentingan diagnosa (kemungkinan untuk mengejar
target potensial terapi kanker).
Pharmacogenetics
Tiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda
terhadap berbagai pengaruh obat; sebagian ada yang positif, sebagian ada yang
sedikit perubahan yang tampak pada kondisimereka dan ada juga yang mendapatkan
efek samping atau reaksi alergi. Sebagian dari reaksi-reaksi ini diketahui
mempunyai dasar genetik. Pharmacogenetics adalah bagian dari pharmacogenomics
yang menggunakan metode genomik/Bioinformatika untuk
mengidentifikasihubungan-hubungan genomik, contohnya SNP (Single Nucleotide
Polymorphisms), karakteristik dari profil respons pasien tertentu dan
menggunakan informasi-informasi tersebut untuk memberitahu administrasi dan
pengembangan terapi pengobatan.
COULD COMPUTING
A. Pengetian
Cloud Computing (dalam bahasa Indonesia disebut
komputasi awan) adalah proses pengolahan daya komputasi (baik CPU, RAM, Network
Speeds, Software, OS maupun Storage) melalui jaringan (biasanya lewat
internet). Jadi transfer data yang terjadi bukan secara fisik dan sumber daya
komputasi yang dimiliki berada di lokasi pengguna yang memakai layanannya.
B. Manfaat Cloud Computing
Dengan peningkatan jumlah pemakaian komputer dan
para pengguna seluler, penyimpanan data/data storage telah menjadi prioritas di
hampir segala bidang bisnis. Bisnis skala besar ataupun skala kecil saat ini
sangat berkembang dengan data sebagai pusatnya. Mereka biasanya menghabiskan
sejumlah besar uang demi mempertahankan data yang berharga tersebut.
Itulah mengapa sangat diperlukan dukungan IT yang kuat
dengan pusat penyimpanan yang berperfoma tinggi. Tidak semua bisnis mampu
membayar biaya tinggi infrastruktur IT berjenis in-house. Jadi bagi mereka,
Cloud Computing ini menjadi solusi yang bagus karena lebih murah. Mungkin juga
ada pertimbangan lain dari perusahaan semacam efisiensi dalam menyimpan data,
perhitungan, dan biaya pemeliharaan yang lebih sedikit (hal ini akan kami bahas
di bagian penjelasan berikutnya).
Komputasi awan sebenarnya jadi menurunkan permintaan
hardware dan software dari sisi si pengguna. Satu-satunya hal yang harus bisa
dijalankan/dilakuka oleh si pengguna adalah software interface dari sistem
komputasi awan, yang bisa jadi sesederhana saja semacam browser web. Ini
pastinya bisa membantu mengurangi pekerjaan pengguna dengan adanya teknonologi
jaringan Cloud yang tanggap dan otomatis menyelesaikan masalah-masalah IT
lainnya.
Bila Anda bukan dari pihak korporat/pebisnis, Anda
juga sebenarnya sudah menggunakan teknologi komputasi awan. Anda mungkin tidak
sadar, beberapa layanan cloud populer yang telah banyak digunakan semacam email
tools GMail, Hotmail atau Yahoo bahkan sudah didukung teknologi ini.
Saat mengakses/memakai layanan email, data Anda akan
disimpan di server cloud, bukan di komputer Anda. Teknologi dan infrastruktur
di belakang cloud memang tidak tampak. Jadi, tidak penting lagi apakah layanan
cloud didasarkan pada HTTP, XML, Ruby, PHP atau teknologi spesifik lainnya
sejauh itu masih user-friendly dan juga fungsional tentunya. Anda sebagai
pengguna bisa terhubung ke sistem cloud dari perangkat pribadi Anda sendiri
semacam laptop, atau ponsel.
Komputasi awan juga memang memanfaatkan bisnis kecil
secara efektif dengan sumber daya yang terbatas. Teknologi atau layanan ini
bisa kasih akses ke usaha kecil menengah untuk teknologi yang sebelumnya berada
di luar jangkauan mereka. Cloud computing kini banyak sekali membantu usaha
kecil untuk mengubah biaya pengeluaran mereka malah menjadi untung.
C. Kelebihan Cloud Computing
Sebenarnya, kelebihan utama dari teknologi satu ini
adalah potensi penghematan biaya. Maka dari itu ada banyak sekali
perusahaan-perusahaan baik dari yang skala bisnisnya kecil hingga besar memakai
jasa cloud ini. Komputasi awan ini juga mampu memberi kebebasan bagi
penggunanya untuk dapat memakai layanan sesuai kebutuhan masing-masing dan
membayar sesuai pemakaian yang ada, jadinya lebih fleksibel. Tanpa menghabiskan
banyak sumber daya internal, Anda bisa menjalankan operasi IT dengan baik.
Untuk
mengetahui kelebihan teknologi cloud ini, silakan baca poin-poin berikut:
·
Menurunkan biaya
infrastruktur IT (komputer,dll) bagi penggunanya
·
Meningkatkan
kinerja atau performa kerja
·
Menurunkan
resiko perawatan yang sering dan mahal karena jarang ada masalah
·
Mendapatkan
pembaruan instan terhadap software yang ada
·
Meningkatkan
kompatibilitas antar sistem operasi yang dipakai
·
Menyediakan
cadangan/backup dan juga pemulihannya
·
Meningkatkan
skalabilitas
·
Meningkatkan
kapasitas penyimpanan/storage
·
Meningkatkan
keamanan data
D. Tipe – Tipe Cloud
Ada
empat macam/tipe cloud yang berbeda yang bisa Anda pakai sebagai pengguna,
sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut adalah keempatnya:
·
Private Cloud
Private
Cloud ini berarti sumber daya cloud-nya digunakan bagi satu organisasi tertentu
saja (secara privat, tidak dibagi ke pengguna/organisasi lain). Metode ini
lebih banyak digunakan buat interaksi semacam intra-bisnis, di mana sumber daya
cloud-nya bisa diatur, dimiliki, dan dioperasikan oleh organisasi satu yang
sama.
·
Community Cloud
Community
cloud mengacu pada penggunaan source bagi komunitas dan organisasi.
·
Public Cloud
Jenis
cloud ini biasanya dipakai buat interaksi tipe B2C (Business to Consumer).
Public Cloud menggunakan sumber daya komputasi yang dimiliki, diatur dan
dioperasikan oleh pemerintah.
·
Hybrid Cloud
Jenis
Cloud yang satu ini bisa digunakan untuk kedua jenis interaksi – B2B (Business
to Business) atau B2C (Business to Consumer). Jadi, sumber daya komputasi
terikat bersama tapi dengan cloud yang berbeda.
Referensi
:
https://www.dewaweb.com/blog/cloud-computing/